Langsung ke konten utama

Postingan

100 TAHUN DIPA NUSANTARA AIDIT

Yang penting dari Aidit adalah pelajaran tentang realisme politik. Politik yang tak was-was dengan situasi yang berubah ubah.  Oleh: Ragil Nugroho (Bukan Mantan PRD) Siapa nyana anak pemuka agama ini suatu hari menjadi ketua partai komunis terbesar ketiga di dunia. Siapa lagi kalau bukan Dipa Nusantara Aidit. Fotonya selalu tampil dengan rambut yang klimis. Tak memelihara kumis seperti Stalin, ia tampak lebih cocok sebagai intelektual dibandingkan pemimpin partai ploretariat. Tak jelas kapan nama Dipa Nusantara mulai ia sematkan untuk menggantikan kata Achmad di depan Aidit. Mungkin ia ingin tampil lebih nasionalis.  Karl Marx ada benarnya, komunis adalah hantu. Sosok hantu adalah sosok yang ditakuti di malam hari. Sosok hantu juga digunakan untuk menakut-nakuti. Maka komunis selalu hadir dalam ruang cemas kehidupan manusia yang fana. Ia hadir untuk menjawab apakah sorga bisa hadir di muka bumi. Tentu tak mudah menjawab. Sejak sosialis utopis Saint-Simon, komune Paris, Manifes...

BUDIMAN SUDJATMIKO DAN ZAMAN BERGERAK: TENTANG ROMANTISME DAN REALISME POLITIK

Hari ini, yang perlu kita waspadai adalah Politik Etis, penghisap bersarung tangan beludru, bukan realisme politik Budiman Sudjatmiko Oleh: Ragil Nugroho (Aktivis 96) Pertemuan Budiman Sudjatmiko dengan Prabowo Subianto memang benar-benar berhasil menyatukan. Dari pemilihara burung, kelompok liberal, anarko hingga kiri paling mentok, bersatu untuk menghujatnya. Mereka yang sudah tercerai berai, memanggul hidup masing-masing, bersatu untuk membikin maklumat mengutuk langkah politik Budiman. Mereka menggelar persamuhan suci setiap 5 tahun sekali, menjaga hati agar tak ternodai. Apakah kehebatan Budiman sehingga bisa mengguncang sedemikian rupa?  Padahal sebelum Budiman, ketua PRD mulai dari Faisol Reza, Haris Rusly Moti hingga Dita Sari, tidak hanya bertemu Prabowo, tapi mendukungnya, kok, seperti lagu Natal, Sunyi Senyap? Tidak ada kutukan bahwa mereka berkhianat. Tidak ada hujatan bahwa mereka berdiri di atas korban-korban penculikan. Dan khotbah-khotbah moral semacamnya. Begitu Bu...

LANGKAH BERANI BUDIMAN SUDJATMIKO

Ia ingin menyampaikan bahwa tidak perlu terus menerus merebus dendam masa lalu. Sebuah rekonsiliasi perlu dilakukan untuk membangun bangsa ini.  Oleh: Ragil Nugroho (Aktivis 96) Pertemuan Budiman Sudjatmiko dengan Prabowo Subianto mendapatkan banyak komentar. Ada yang senang, ada yang sinis ada pula yang mencaci. Komentar-komentar tersebut hal yang wajar dari setiap peristiwa politik. Komentar yang sinis rata-rata dari kolega Budiman di PRD dulu. Komentarnya masih kuno: masalah moral. Bahwa Budiman dianggap tak bermoral karena berangkulan dengan orang yang dianggap menculik teman-temannya sendiri. Foto dirinya yang membungkuk ketika bersalaman dengan Prabowo dianggap bentuk takluk di hadapan lawan politiknya. Mengapa komentar ini kuno? Sejak zaman dahulu sampai sekarang, tidak ada yang bisa menentukan moral siapa yang lebih bersih: kita atau mereka, saya atau lawan saya. Moral ada dalam ukuran pribadi atau kelompok. Ia tidak bisa dijadikan satu ukuran yang bisa dipakai dalam segala...

TERBAKARNYA KANDANG BANTENG DI DEPOK

Kaesang adalah medan pertarungan bagi PSI. Dalam medan ini PSI akan dilihat sebagai petarung atau pecundang ketika berhadapan dengan PDIP Oleh: Ragil Nugroho (Mantan Redaktur Pembebasan) Adalah suatu kewajaran bila Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kalang kabut dengan manuver Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Selama hampir 20 tahun, PKS selalu menguasai Depok. Tak mengherankan ketika PSI hendak mengusung Kaesang, PKS langsung reaktif. Sebagai figur muda, Kaesang berhasil menjadi simbol kekuatan angkatan muda yang hendak mengubah wajah Depok yang terbelakang selama dikuasai PKS menjadi Depok yang modern. Tapi tiba-tiba terjadi keanehan. PKS yang bermain api, PDIP yang terbakar kandangnya. Ada apa ini? Sikap PDIP mirip bocah kurang kreatif. Mereka tak mampu mengikuti perkembangan zaman dalam merespon perpolitikan kiniwari. Mungkin itu karena figur Ketua Umumnya yang semakin uzur, sementara orang-orang di sekitarnya cuma  AMS (Asal Mamak Senang). Akibatnya, ketika partai lain berma...

CAWE-CAWE JOKOWI DI PEMILU 2024: TITIK PISAH JOKOWI DAN MEGAWATI

Bisa dikatakan, Jokowi dan Megawati/PDIP ibarat satu bantal, tapi beda mimpi. Oleh: Ragil Nugroho (Pengamat buku-buku CIA) Ada tugas berat yang harus dipanggul Jokowi untuk menjaga jalan baru kapitalisme Indonesia. Musuh besar yang akan menelikung jalan tersebut justru berada di lingkarannya sendiri, yaitu PDIP. Partai ini, yang mendapat berkah dari reformasi hingga berkembang menjadi kekuatan oligarki, adalah rumah bagi konglomerat-konglomerat lama, markas pensiunan tentara Orde Baru, benteng pengusaha-pengusaha menengah dan birokrat-birokrat politik,  basecamp  para pengembara politik yang malas pulang. Intinya, manusia-manusia bermental setipe yang belum di-upgrade sejak era radio HT alias masih bermental lama warisan Orde Baru, juga punya bakat bawaan lahir yang sama: kongkalikong. Mereka ini akan berusaha menjegal upaya Jokowi untuk menempatkan Indonesia dalam jalur kapitalisme yang benar. Bisa dikatakan, Jokowi dan Megawati/PDIP ibarat satu bantal, tetapi beda mim...

PSI DAN TIKUS

Bila masing-masing kader PSI berada di tengah rakyat maka akan lebih mudah menghitung daerah merah, yaitu daerah yang telah kita kuasai. Oleh: Danang Dananjoyo (Pensiunan) Menjelang senja, orang-orang kampung biasanya bergerombol di teras rumah, pos ronda atau perempatan jalan. Sembari bergerombol, mereka mencoret-coret tanah, entah dengan jari tangan atau ranting. Apa yang mereka lakukan? Meramal nomor togel. Paling tidak sehari dua kali togel diputar. Togel Singapura diputar jam 18.00, sementara togel Hongkong jam 23.00. Ada semacam Kitab Togel. Lewat kitab tersebut kita bisa menafsirkan mimpi semalam atau pertanda-pertanda apa saja, seperti bertemu orang tua, kejatuhan cicak atau kedatangan kucing hitam. Kitab tersebut berisi macam-macam hal terkait nomor togel. Bila bekicot memiliki nomor 02, anjing berkaitan dengan nomor 11. Bagaimana dengan nomor tikus? Nomor tikus adalah 15. Kita tahu nomor punggung PSI (Partai Solidaritas Indonesia) adalah 15. Ada semacam keyakinan di kampu...

SENJAKALA PDIP

Sepertinya PDIP sudah kesulitan membendung arus balik politik. Kanjeng Mami semakin ditinggalkan wong cilik. Oleh: Ragil Nugroho (Penikmat ikan koi) Aktivis tani era 90an yang pernah dicabut kumisnya oleh introgrator ketika tertangkap, Hari Gombloh, mengungkapkan bahwa pendukung Ganjar di tapal Kulonprogo tipis alias kecil. Padahal, beber warga Brosot ini, Kulonprogo merupakan salah satu kandang Banteng. Menurutnya, ini wajar karena Kulonprogo dekat dengan Wadas. Seperti kita tahu, selama beberapa tahun Wadas merupakan titik episentrum perlawanan terhadap Ganjar dan PDIP. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, ada ungkapan, " Sadumuk bathuk sanyari bumi ". Ungkapan ini bermakna bahwa satu sentuhan pada dahi dan satu pengurangan ukuran atas tanah (bumi) selebar jari saja bisa dibayar, dibela dengan nyawa (pati). Bagi orang Jawa, tanah adalah kehormatan dan harga diri. Sebagaimana sentuhan pada dahi yang menurut orang Jawa adalah penghinaan, maka penyerobotan tanah walaupun han...