"Airlangga Pribadi memang sedang melempar kotoran ke wajahnya sendiri. Sok sebagai seorang psikolog ia mengatakan ada split personality dalam tubuh PSI. Padahal terpampang jelas bahwa yang mengalami spit personality justru partai yang dipujanya, memakai embel-embel kata demokrasi tetapi tunduk patuh kepada segala kehendak Megawati." Oleh: Ragil Nugroho (Pencemooh Berhati Lembut) Ada bangkai Banteng di pelupuk mata tak tampak, PSI di seberang samudera tampak. Itulah istilah yang pas untuk Airlangga Pribadi. Sebagai pendukung fanatik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), ia tak melihat bangkai Banteng di depan matanya. Airlangga Pribadi merupakan intelektual tukang yang memposisikan diri sebagai tukang gebuk rival politik PDIP dengan berbungkus pengetahuan. Tentu saja hal ini memalukan bagi Universitas Airlangga. Rupanya ada kemajuan di PDIP. Kalau sebelumnya menggebuk PSI lewat simpatisan-simpatisan seperti Deddy Sitorus, Panda Nababan, dan lain-lain, sekarang sudah m...
Tulisan semaunya saya.